Periode Kristen Awal dan Byzantium (Abad 3 – 11 M)

Posted: July 24, 2010 in Perkembangan Arsitektur
Tags:

Periode Kristen Awal
> Berkembang pada saat pertengahan Kekaisaran Romawi dan abad pertama.
> Tahun 313 – Kaisar Konstantin mengeluarkan peraturan yang memungkinkan umat Kristen mempraktekkan agama secara bebas di Romawi
> Tahun 325 – Kaisar Konstantin masuk agama Kristen
> Tahun 380 – Kristen adalah agama resmi Kekaisaran Romawi

 

Mengenali Gereja Kristen Awal
> Karakter utama: denah bentuk segi empat, turunan dari bangunan basilica (Romawi), biasanya ukuran panjang = dua kali lebar.
> Bangunan cukup luas untuk menampung jumlah umat yang besar. Bagian tengah (nave) yang seperti lorong panjang memberikan pandangan yang tak terputus bagi umat ke bagian depan.
> Pintu masuk selalu berada di sebelah barat.
> Bagian depan adalah portico atau narthex. Orang yang tidak boleh masuk gereja (karena dosa-dosanya) mendengarkan kutbah di portico
>Altar diletakkan di podium bagian timur (bema) yang di belakangnya terdapat ruang setengah lingkaran yang disebut apse.
> Interior utama terdiri dari sebuah ruang besar di tengah (nave) yang di samping kiri-kanannya terdapat gang (aisle) yang dibatasi oleh deretan kolom.

 

image image

 

> Tempat pembaptisan (baptisteries) adalah bangunan terpisah dengan bentuk denah lingkaran atau segi banyak (polygonal).
> Tempat air baptis (font) selalu ditempatkan di bagian tengah dan biasanya merupakan replika yang lebih kecil dari bangunan itu sendiri.

image Galla Placidia

image S. Costanza, Roma; Mausoleum untuk putri dari Kaisar Konstantin. ( Mausoleum=Kuburan)

Periode Kekaisaran Byzantium (Byzantine)
> Berkembang pada saat Kekaisaran Romawi mulai runtuh, Kekaisaran Romawi dibagi menjadi bagian timur dan barat.
> Banyak terpengaruh arsitektur timur.

Mengenali Gereja Byzantium
> Karakter utama: interior mosaic yang brilian
> Denah dapat berbentuk basilica, salib, lingkaran atau polygon
> Pintu masuk di sebelah barat, altar di sebelah timur
> Bahan bangunan utama adalah bata, disusun berdasar pola dekoratif atau dilapis plasteran
> Atap ditutup oleh lapisan timah
> Dari luar bangunan terlihat cukup sederhana, datar, dengan jendela yang kecil dan ber-teralis

> Namun interior kaya dengan mosaik yang penuh warna, menghiasi dinding, kubah dan langit-langit. Warna dominan adalah biru dan emas.
> Gambar mosaik adalah cerita-cerita dari Injil atau cerita kekaisaran
> Mosaik dibuat dari kubus-kubus kecil (dari marmer atau kaca) yang direkatkan di lapisan semen.
> Capital kolom Byzantium memiliki banyak ornamen. Biasanya monogram (inisial) kaisar atau penguasa dipahat di capital kolom.
> Bentuk umum capital kolom adalah keranjang atau kubus.
> Fitur lain yang penting pada gereja Byzantium adalah kubah. Kubah Byzantium diletakkan di atas bukaan denah berbentuk persegi (kubah Romawi diletakkan di atas bukaan denah bentuk lingkaran).

image

Church of San Vitale, Italy

image > Tidak ada bentukan manusia di sculpture Byzantium. Unsur dekoratif dibuat dari bentukan gulungan, lingkaran dan bentuk geometris lainnya atau dari bentukan yang mengikuti bentuk daun dan bunga.

image image image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s