Periode Romanesque ( Abad 11-12 M )

Posted: December 30, 2010 in Perkembangan Arsitektur
Tags: , , , ,

Istilah ‘Romanesque’ muncul pada abad ke-19 untuk menunjukkan gaya arsitektur yang dipakai pada abad ke-11 sampai ke-12, berarti ‘dengan gaya Romawi’. Pada ‘Jaman Kegelapan’ (Dark Ages), tidak banyak terdapat hasil karya arsitektur yang benar-benar berbeda. Para pembangun meniru karya-karya lama (Romawi) dan mencampurnya dengan ide-ide dari agama Kristen. Bangunan yang masih banyak selamat adalah gereja.

Mengenal Gereja Romanesque

Gereja Romanesque memiliki karakteristik yang khas, yaitu: busur lengkung

, dapat ditemukan pada pintu, jendela, gang-gang arcade, langit-langit dan lain-lain.

Gereja-gereja awal mempunyai atap dari kayu, yang lalu terbakar. Atap lalu digantikan dengan langit-langit lengkung terbuat dari batu. Dengan demikian maka beban gedung makin berat sehingga dinding perlu dibuat lebih tebal sebagai pendukung. Pendukung (buttress) rendah dibuat menyender ke dinding untuk menambah daya dukung.

Terdapat dua menara tinggi di bagian depan/barat. Denah menara berbentuk lingkaran, segi empat atau segi delapan, atap berbentuk kerucut meruncing ke atas. Pahatan dan sculpture adalah fitur penting pada dekorasi pintu masuk utama. Pintu masuk terletak di bagian dalam dinding yang tebal (beberapa dinding tebalnya mencapai 6m). Di atas pintu terdapat tympanum, yang biasanya diisi dengan pahatan yang berisi penggalan cerita Injil.

 

clip_image001

Jendela terlihat kecil dan sempit. Susunan kolom, busur dan pahatan dekorasi di sekeliling jendela membuatnya terlihat lebih besar.

clip_image001[5]clip_image001[7]

 

Denah gereja Romanesque selalu berbentuk salib. Altar diletakkan di timur (menghadap Yerusalem), pintu masuk di barat.

clip_image001[9]

 

Pada interior tidak terdapat kursi, umat beribadah sambil berdiri. Terdapat ruang bawah tanah (crypt) di bawah altar untuk menempatkan peninggalan dari para santo (orang suci). Nave dan gang (aisles) dipisahkan oleh barisan kolom dan busur. Di atas gang terdapat gallery (triforium), yang dapat memberikan view ke nave, digunakan oleh ‘santri’ gereja pada saat ibadah (misa). Di atas gallery terdapat koridor sempit (clerestory), tempat jendela-jendela utama.

Susunan di atas disebut dengan “susunan tiga tingkat”. Susunan ini bervariasi di banyak tempat, bahkan di beberapa tempat tidak ada tingkat ke-3, digantikan dinding massif dengan jendela.

clip_image001[11]clip_image001[13]

Susunan Tiga Tingkat

 

Struktur langit-langit adalah busur tinggi terbuat dari batu. Terdapat jenis barrel vault (sederhana) dan cross vault (busur bersilang).

clip_image001[15]clip_image001[17]

 

Kolom-kolom biasanya besar. Kapital kolom dibuat dengan dasar order Corinthian Romawi atau desain khas Romanesque.

clip_image001[19]clip_image001[21]

 

Gereja Penziarah

Pada saat itu berkembang kegiatan berziarah bagi umat Kristen ke Yerusalem, Roma, atau Santiago de Compostela (Spanyol). Daerah yang dilewati para penziarah terpengaruh, dengan melayani para penziarah dalam perjalanannya. Salah satu fasilitas yang disediakan adalah gereja untuk para penziarah. Fitur yang khas adalah gang di belakang altar, dikenal sebagai ambulatory. Para penziarah dapat melewati gang tersebut dan berhenti untuk berdoa tanpa mengganggu aktivitas di gereja utama.

clip_image001[23]

Penggunaan patung-patung manusia mulai dikenal pada masa ini. Patung/pahatan manusia dipakai sebagai salah satu cara menyebarkan ajaran Injil. Karena saat itu banyak orang yang buta huruf maka kisah-kisah dalam Injil dibuat dalam bentuk pahatan sehingga dapat mudah dicerna.

 

Romanesque Di Sekeliling Eropa

1. ITALIA

Dinding interior dan exterior dilapis marmer. Fasade depan gereja dihiasi oleh baris-baris busur yang menempel pada dinding.

clip_image001[25]

 

2. JERMAN

Umumnya terlihat lebih sederhana. Beberapa gereja mempunyai apsis baik di ujung timur atau barat, pintu masuk gereja diletakkan di samping.

clip_image001[27]

3. INGGRIS

Gaya Romanesque dikenal dengan gaya Norman. Dari luar, bangunan terlihat berat, umumnya mempunyai menara pendek segi empat. Pada ruang dalam terdapat kolom-kolom menyatu yang berdampingan dengan kolom massif.

clip_image001[29]

Comments
  1. bangunan public square nya gk ada y gan??

    • atpic says:

      Maaf gan, saya hanya bisa menyampaikan sebatas itu saja untuk periode romanesque karena bahan tentang periode tersebut saya ambil dari materi perkuliahan saya dulu.

      Salam,
      Atpic Arkac

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s